10 Ribu Buku disumbangkan untuk Peningkatan Literasi di Indonesia

By Dwi Noegroho 19 Sep 2019, 09:00:02 WIBPendidikan

Berita Terkait

10 Ribu Buku disumbangkan untuk Peningkatan Literasi di Indonesiartahun-tahun dan ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang kami terhadap pasar Indonesia,” tutur Huaiyuan.

 

Berdasarkan data yang diterbitkan Central Connecticut State University, Indonesia adalah negara dengan literasi terendah kedua di dunia dalam daftar 61 negara terukur.

 

Berdasarkan data yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada 2017, masih ada lebih dari 200.000 anak yang putus sekolah.

 

Selain itu, Indonesia masih memiliki tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) rendah dengan 70,81 IPM yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-116 dari 189 negara dalam hal kualitas hidup dan pendidikan.

 

UCWeb dan Rumah Literasi Indonesia akan berkolaborasi dalam kampanye untuk mendorong pemerataan distribusi buku di masyarakat di beberapa daerah seperti Banyuwangi, Jawa Timur. Proyek ini akan mendistribusikan materi di beberapa daerah terpencil di wilayah ini termasuk Desa Gunung Remuk Ketapang, Kalipuro, Rogojampi, Lateng, Kalibaru, Ketapang, Gitik Rogojampi, Margomulyo, Tegal Besar, dan Tamanan.

 

Tunggul Harwanto, Project Leader Rumah Literasi Indonesia, menyatakan bahwa program ‘9.5 Philanthropy Week’ sangatlah bagus. Sebab, kebiasaan literasi harus dibangun pada tahap awal, yaitu masa seorang anak sedang berada di masa penting dalam mengembangkan keterampilan kognitif dan kebiasaan mereka.

 

“Menurut penelitian kami, hanya 2 dari 10 anak yang tertarik membaca. Delapan dari mereka masih sangat asing dengan kebiasaan ini, akibat dari kurangnya bahan baca tulis di rumah atau lingkungan mereka. Bahan bacaan untuk anak-anak sulit diperoleh, sehingga orang tua juga mengalami kesulitan untuk memperkenalkan kebiasaan ini kepada anak-anak mereka. Oleh karena itu, program dengan UCWeb ini adala