Kurikulum Pendidikan tak Sesuai Jenis Pekerjaan Baru

By Dwi Noegroho 19 Sep 2019, 09:12:58 WIBPendidikan
Kurikulum Pendidikan tak Sesuai Jenis Pekerjaan Baruaran agar peserta didik memiliki kecakapan dalam menyelesaikan masalah.

 

Untuk memberikan kemampuan tersebut, tidak bisa diterapkan dalam materi kurikulum pembelajaran. “Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan proses pembiasaan dan mendekatkan proses pembelajaran pada realitas,” ujar Waras.

 

Menurutnya, ketika anak atau siswa belajar pada realitas kehidupan, mereka akan menyadari problem dan persoalan di masyarakat. Dari persoalan-persoalan mereka menemukan alternatif penyelesaian dan peluang untuk menjadi pilihan hidup atau profesi yang mereka tentukan.

 

Dia berharap hal tersebut dilakukan mengingat kondisi peserta didik di Indonesia sudah mengalami perubahan terutama dari sisi cara belajar minat kerja. Menurutnya, para peserta didik saat ini memiliki kecenderungan agar keinginan mereka didengar sehingga perlu model pembelajaran berbeda.

 

Di sisi lain, lanjutnya, kurikulum pendidikan yang ada masih bertumpu pada pekerjaan-pekerjaan yang ada. Padahal sudah banyak pekerjaan yang tidak lagi relevan dan para peserta didik harusnya diberi ruang untuk menjadi pencipta pekerjaan baru.

 

“Ke depan akan sulit bagi kita untuk memprediksi lapangan pekerjaan. Maka, perlu cara berpikir dan kecakapan lain yang sumbernya dari C4 (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation) agar anak mampu menciptakan jenis pe­kerjaan baru. Jenis pekerjaan dan profesi apa yang sudah lahir sekarang bukan diciptakan guru